Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

Mengenang 155 tahun Lahirnya Pak Hertz

 Heinrich Rudolf Hertz


Gogle sedang mengenang sejarah Google Doodle hari ini tanggal 22 Februari 2012 adalah ultahnya Heinrich Rudolf Hertz di beberapa negara seperti di Selandia Baru, Indonesia, Australia, Nederland, Jerman, Sri Lanka, Belgia, Qatar, Kuwait, dll datang dengan Ulang Tahun 155 tema Heinrich Rudolf Hertz. Sepertinya gambar grafis yang bergerak ke atas dan ke bawah dan tidak membentuk kata "google" seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Dan gambar di atas menggambarkan gelombang radio, yang merupakan temuan Heinrich Rudolf Hertz.
  
Siapa Heinrich Rudolf Hertz?

Heinrich Rudolf Hertz (22 Februari 1857 - 1 Januari 1894) adalah seorang fisikawan Jerman yang mengenalkan teori elektromagnetik cahaya yang dahulu pernah diajukan oleh Maxwell. Dia adalah orang pertama yang menunjukkan adanya gelombang elektromagnetik dengan membangun aparat atau sebuah alat untuk menghasilkan dan mendeteksi gelombang radio. Unit untuk frekuensi dinamai menurut hertz.

Hertz lahir bertempat di Hamburg, Jerman, dalam sebuah keluarga Hanseatic sejahtera dan berbudaya.
Ayah hertz , Gustav Hertz Ferdinand, adalah seorang penulis dan kemudian senator.
Ibu hertz  adalah mantan Anna Elisabeth Pfefferkorn.
Kakeknya dari pihak ayah David Wolff Hertz (1757-1822), anak keempat Benjamin Wolff Hertz, pindah ke Hamburg pada 1793 di mana ia harus mencari nafkah menjadi toko perhiasan.

Dia dan Schöne Hertz (istrinya) (1760-1834) dikuburkan di pemakaman Yahudi mantan Ottensen. Pertama anak mereka Wolff Hertz (1790-1859), adalah ketua komunitas Yahudi. Saudaranya Hertz Hertz (1797-1862) adalah seorang pengusaha dihormati.
Ia menikah dengan Betty Oppenheim, putri bankir Salomon Oppenheim, dari Cologne. Hertz dikonversi dari Yahudi ke Kristen dan mengambil nama Heinrich Hertz David.


Biography of Heinrich David Hertz


Born                          February 22, 1857(1857-02-22)
                                 Hamburg, Germany
Died                         January 1, 1894(1894-01-01) (aged 36)
                                Bonn, Germany
Residence                Germany
Nationality               German
Fields                       Physics
                                Electronic Engineering
Institutions                University of Kiel
                                University of Karlsruhe
                                University of Bonn
Alma mater              University of Munich
                                University of Berlin
Doctoral advisor       Hermann von Helmholtz
Known for                Electromagnetic radiation
                                Photoelectric effect

source wikipedia, google.

Rabu, 23 Maret 2011

Profile Julie Estelle



Nama: Julie Estelle
Nick Name: Julie
Tanggal lahir: 4 Jan 1989
Status: Single
Zodiak: Capricorn
Lahir di: Jakarta
Debut: Film 'Alexandria' (2005)

Gadis kelahiran Jakarta 21 tahun silam ini pernah diramalkan oleh salah satu media hiburan Indonesia sebagai salah satu aktris muda Indonesia yang memiliki masa depan cerah dalam dunia perfilman Indonesia. Aktingnya yang memikat dalam trilogi film horror "Kuntilanak" arahan Rizal Mantovani telah menjadi sebuah tonggak penting bagi karir Julie Estelle yang juga merupakan adik kandung dari mantan VJ stasiun televisi khusus musik MTV, Cathy Sharon.

Perannya sebagai sosok Samantha, gadis misterius yang sering dihantui sosok Kuntilanak dalam film produksi MVP Pictures pada 2006 itu nyatanya memang menjadi catatan karir penting bagi Julie Estelle untuk menapaki dunia hiburan tanah air. Film yang mencetak rekor box office cukup mengesankan itu akhirnya menelurkan dua sekuel yang rilis secara bersamaan pada tahun berikutnya. Walaupun tidak mencetak rekor box office dua film lanjutan "Kuntilanak" makin mengasah karir Julie Estelle untuk menjadi seorang aktris muda menjanjikan.

Baru-baru ini pemilik nama lengkap Julie Estelle Gasnier ini ikut bermain dalam sebuah film thriller horror arahan Mo Brothers yang diberi tajuk "Ruma Dara". Akting memikatnya kembali dimainkan dalam film yang penuh dengan banyak adegan sadis ini. Beberapa media bahkan menyebut penampilan Julie Estelle dalam film ini sebagai salah satu aktris muda yang patut diperhitungkan untuk regenerasi aktris senior macam Christine Hakim dan Jajang C. Noer.

Dunia akting sendiri dikenalnya sejak dia bergabung dalam proyek film ambisius milik rumah produksi ReXinema yang bertajuk "Alexandria" pada tahun 2005. Perannya sebagai karakter Alexandria Yasmina, sosok gadis yang diperebutkan dua pria cukup mencari perhatian publik. Ketika itu, Julie Estelle masih berada di bawah baying-bayang sang kakak yang sudah mapan sebagai VJ di kanal musik MTV.

Dalam film arahan oleh Ody C. Harahap tersebut dimana Fachry Albar dan Marcel Chandrawinata juga ikut bermain itu, Julie Estelle diganjar sebuah penghargaan bergengsi sebagai "Most Favorite Rising Star" dalam ajang MTV Indonesia Movie Awards 2006. Sebuah catatan yang mengagumkan tentunya, mengingat "Alexandria" adalah pintu gerbang pertama bagi Julie Estelle menapaki dunia hiburan tanah air.

Pada tahun yang sama Julie Estelle juga ikut bergabung dalam sebuah proyek film bertema cinta "Dealova", dimana dia harus beradu akting dengan Evan Sanders yang ketika itu masih menjadi VJ di kanal khusus musik, MTV. Walaupun film ini tidak terlalu mendapatkan pendapatan box office yang luar biasa, posisi Julie Estelle semakin diperhitungkan oleh sineas Indonesia.

Seperti layaknya aktris kebanyakan, Julie juga pernah menjadi salah satu model video klip untuk Matta Band. Prestasi lain yang cukup mencorong dari Julie Estelle adalah saat dia terpilih sebagai salah satu pengisi suara untuk film animasi box office "Teenage Mutant Ninja Turtles" yang merupakan tayangan ekslusif dari sebuah jaringan televisi kabel khusus untuk wilayah Indonesia.

Julie sendiri kebagian sulih suara untuk karakter April O'Neil, salah satu karakter penting dalam film itu. Bintang Indonesia lainnya yang terlibat dalam proyek ambisius ini adalah Nicholas Saputra.

Sebagai aktris muda yang terbilang seksi, kontroversi juga pernah datang untuk Julie Estelle saat kedapatan berpose untuk majalah Playboy versi Indonesia yang terbit pada medio Juli 2006. Saat itu Julie Estelle dilaporkan oleh kelompok Front Pembela Islam (FPI) karena terkait dengan foto-foto dirinya yang mengumbar aurat dalam edisi ketiga majalah Playboy. Kasus ini menguap begitu saja tanpa ada kelanjutan seiring dibredelnya majalah Playboy akibat tekanan FPI setahun kemudian.

Pada awal tahun 2008, menjelang dirilisnya trilogi terakhir dari film horor "Kuntilanak", publik kembali dikejutkan oleh beredarnya foto-foto syur Julie Estelle mengenakan bikini seksi bersama dengan sang kekasih ketika itu, Moreno Soeprapto. Foto itu memperlihatkan kemesraan di sebuah pantai antara Julie Estelle bersama dengan keluarga besar Moreno. Kasus ini walaupun sempat mengejutkan public, kembali menguap seiring dengan berakhirnya hubungan asmara antara Julie Estelle dengan adik dari pembalap Ananda Mikola itu pada medio akhir tahun 2008.

Putus hubungan dari Moreno Soeprapto yang berprofesi sebagai pembalap, tidak membuat Julie Estelle jera. Tak lama kemudian dia membina hubungan dengan beberapa pria yang berprofesi sebagai selebritis. Belum lama ini, dia memproklamirkan hubunganny dengan penyanyi muda Ello. Meskipun sedang hangatnya, hubungan mereka masih jauh dari pernikahan demikian sebuah sumber yang dekat dengan mereka mengatakan.

Julie Estelle sendiri merupakan lulusan dari Lycée International Français de Jakarta, sebuah sekolah Perancis yang ada di Jakarta. Kegiatan terbaru Julie Estelle saat ini menjadi juru bicara dan member aktif dalam masyarakat pengguna mobile blogging platform di Wapaku.com. Setelah bermain dalam sejumlah film dengan kualitas akting yang mengagumkan, akhirnya Julie Estelle bisa lega karena semakin sedikit gosip yang mengganggap karirnya didapat dengan mendompleng sang kakak.

Pada tahun 2010 ini, untuk pertama kalinya Julie Estelle juga ikut bermain dalam sebuah stripping sinetron berjudul "Amanah Dalam Cinta" bersama dengan aktor muda Christian Sugiono dan aktris Alice Sofie Norin. Kegiatan syuting yang cukup melelahkan dan berlangsung sepanjang hari nyatanya tidak membuat Julie Estelle kapok menjalani aktivitas terbarunya itu. Dalam akun twitter-nya akhir-akhir ini Julie selalu mengatakan senang dengan kegiatan terbarunya itu karena memiliki teman-teman mengasyikan di tempat syuting.

Senin, 21 Maret 2011

Biodata sejarah Chairil Anwar

Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.

Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.

Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung memengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.

Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).

* Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
* Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
* Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
* S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976)
* Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jaya, 1976)
* Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
* H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
* Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
* Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
* Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
* Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995)
* Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)

Selasa, 08 Maret 2011

siapa harun yahya

Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar yang lahir di Ankara pada tahun 1956. Sebagai seorang da'i dan ilmuwan terkemuka asal Turki, beliau sangat menjunjung tinggi nilai akhlaq dan mengabdikan hidupnya untuk mendakwahkan ajaran agama kepada masyarakat. Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni ketika menuntut ilmu di Akademi Seni, Universitas Mimar Sinan. Selama berada di universitas tersebut, beliau melakukan pengkajian yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi materialistik yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan beliau lebih tahu dan paham dibandingkan dengan para pendukung filsafat atau ideologi itu sendiri. Berbekal informasi dan pengetahuan yang mendalam ini, beliau menulis berbagai buku tentang bahaya Darwinisme dan teori evolusi, yang merupakan ancaman terhadap nilai-nilai akhlaq, terhadap dunia; serta buku tentang keruntuhan teori ini oleh ilmu pengetahuan. Majalah ilmiah populer terkenal New Scientist edisi 22 April 2000 menjuluki Adnan Oktar sebagai "pahlawan dunia" yang telah membongkar kebohongan teori evolusi dan mengemukakan fakta adanya penciptaan. Penulis juga telah menghasilkan berbagai karya tentang Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlaq dalam Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah.
Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" (Aaron) dan "Yahya" (John) untuk mengenang perjuangan dua orang Nabi tersebut melawan kekufuran.
Buku-buku karya pengarang: 'Tangan Rahasia' di Bosnia, Kebohongan Holocaust, Di Balik Tirai Terorisme, Kartu-Kurdi Israel, Strategi Nasional bagi Turki, Moral Qur'ani: Solusi, Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki, Bencana Kemanusiaan Akibat Ulah Darwinisme, Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Nabi Musa, Zaman Keemasan, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Kebesaran Allah di Setiap Sudut Alam Semesta, Hakikat Kehidupan Dunia, Pengakuan Kaum Evolusionis, Kekeliruan Kaum Evolusionis, Sihir Darwinisme, Agama Darwinisme, Al-Qur'an Menuntun Kepada Ilmu Pengetahuan, Asal Usul Kehidupan yang Sesungguhnya, Penciptaan Alam Semesta, Keajaiban Al-Qur'an, Desain Pada Alam, Perilaku Pengorbanan Diri dan Kecerdasan Pada Dunia Hewan, Keabadian Telah Berlangsung, Anakku Darwin Telah Berbohong!, Berakhirnya Darwinisme, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Keabadian dan Hakikat Takdir, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Misteri DNA, Keajaiban Atom, Keajaiban Sel, Keajaiban Sistem Kekebalan, Keajaiban Mata, Keajaiban Penciptaan Tumbuhan, Keajaiban Laba-Laba, Keajaiban Semut, Keajaiban Nyamuk, Keajaiban Lebah, Keajaiban Biji, Keajaiban Rayap.
Karya penulis dalam bentuk booklet: Misteri Atom, Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan, Keruntuhan Materialisme, Berakhirnya Materialisme, Kekeliruan Kaum Evolusionis 1, Kekeliruan Kaum Evolusionis 2, Mikrobiologi Meruntuhkan Teori Evolusi, Fakta Penciptaan, 20 Pertanyaan Yang Meruntuhkan Teori Evolusi, Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.
Karya-karya pengarang yang berhubungan dengan Al-Qur'an: Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?, Mengabdi Hanya Kepada Allah, Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah, Surga, Teori Evolusi, Nilai Akhlaq Dalam Al-Qur'an, Ilmu Al-Qur'an, Index Al-Qur'an, Hijrah di Jalan Allah, Sifat Munafiq Dalam Al-Qur'an, Rahasia Orang Munafiq, Nama-Nama Allah Yang Agung, Berdakwah dan Berdebat Dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar Dalam Al-Qur'an, Jawaban-Jawaban Al-Qur'an, Kematian, Kebangkitan dan Neraka, Perjuangan Para Rasul, Syaitan: Musuh Nyata Manusia, Agama Berhala, Agama Kaum Jahiliyyah, Kesombongan Syaitan, Doa Dalam Al-Qur'an, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, Hari Kebangkitan, Jangan Pernah Lupa, Hukum-Hukum Al-Qur'an yang Diabaikan, Karakter Manusia Dalam Masyarakat Jahiliyyah, Pentingnya Sabar Dalam Al-Qur'an, Pengetahuan Umum Dari Al-Qur'an, Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Iman Yang Sempurna, Sebelum Anda Menyesal, Perkataan Para Rasul, Kasih Sayang Orang Mukmin, Takut Kepada Allah, Mimpi Buruk Kekafiran, Nabi Isa Akan Datang Kembali, Al-Qur'an Memberi Keindahan Pada Kehidupan, Beragam Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa Bernama: 'Mencela', Rahasia Ujian Kehidupan, Hikmah Yang Benar Menurut Al-Qur'an, Perjuangan Melawan Agama Kaum yang Tidak Beragama, Tarbiyyah Nabi Yusuf, Bersekutu dalam Kebaikan, Fitnah Terhadap Umat Islam Sepanjang Sejarah, Urgensi Mengikuti Perkataan yang Baik, Mengapa Menipu Diri Sendiri?, Islam: Agama Mudah, Kegembiraan dan Keteguhan dalam Al-Qur'an, Melihat Kebaikan pada Segala Hal, Bagaimana Orang Bodoh Menafsirkan Al-Qur'an?, Sejumlah Rahasia Al-Qur'an, Keberanian Orang Mukmin.
Buku-buku berjudul Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Bagi Kaum yang Berpikir, Hakikat Kehidupan Dunia, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Keajaiban Semut, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Penciptaan Alam Semesta, Allah Dapat Diketahui Melalui Akal, Nilai Akhlaq dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar dalam Al-Qur'an, Pernahkan Anda Berpikir tentang Kebenaran?, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, dan Keajaiban DNA telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Keajaiban Semut dan Allah dapat Diketahui Melalui Akal telah diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Kematian, Kebangkitan dan Neraka telah diterjemahkan ke bahasa Polandia. Bangsa-Bangsa yang Diadzab telah diterjemahkan ke bahasa Portugis, dan telah diterbitkan oleh berbagai penerbitan manca negara.
Banyak karya Harun Yahya yang kini tengah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia (Bosnia), Polandia, Urdu, Indonesia, Melayu dan Malayalam. Tujuan utama kami adalah untuk menterjemahkan semua buku tersebut ke dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya pada tahun 2001 dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia agar bermanfaat bagi semua orang.
Dalam semua buku karya pengarang yang menggunakan nama pena Harun Yahya ini, semua topik yang disampaikan sangat sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Bahkan topik-topik yang disampaikan melalui bahasa ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Harun Yahya. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.
Buku-buku yang berhubungan dengan keimanan mendakwahkan tentang keberadaan dan keesaan Allah, dan ditulis dengan tujuan utama menyampaikan Islam kepada mereka yang jauh dari agama dan membuka hati mereka agar menerima kebenaran. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasehat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur'an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.

Riwayat Hidup Harun Yahya( Adnan Oktar)

Adnan Oktar dikenal sebagai seorang penulis dengan nama pena “Harun Yahya”. Beliau adalah seorang ‘alim yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah tentang keberadaan dan keesaan Allah dan keluhuran akhlaq Al Qur’an kepada masyarakat. Berawal ketika masih duduk di bangku universitas, beliau telah menggunakan setiap saat dalam hidupnya demi dakwah ini dan tidak pernah takut berhadapan dengan segala kesulitan yang merintangi jalan. Hingga kini, beliau tetap berdiri kokoh, tegar dan sabar dalam menghadapi segala tekanan dan fitnahan. Di bawah ini adalah sedikit dari perjalanan hidup Adnan Oktar, yan g juga dikenal dengan nama pena Harun Yahya.
Adnan Oktar dilahirkan pada tahun 1956 di Ankara dan dibesarkan di kota ini hingga lulus SMU. Komitment beliau terhadap Islam tumbuh semakin kuat ketika beliau duduk di bangku SMU. Pada periode ini, pengetahuan yang mendalam tentang Islam beliau dapatkan dari membaca berbagai buku-buku agama. Di samping itu, beliau juga memperoleh pemahaman tentang fakta-fakta penting lain yang kemudian beliau beritahukan kepada orang-orang di sekitarnya. Pada tahun 1979, Adnan Oktar pindah ke Istanbul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan. Di masa inilah beliau mulai melaksanakan misi dakwah, menyeru manusia kepada akhlaq yang baik dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.